Memberikan perhatian, waktu, dan kasih sayang terbaik untuk pasangan memang hal yang manis. Namun, kalau kamu selalu memberikan segalanya hingga mengorbankan kebahagiaan dan kebutuhan dirimu sendiri, bisa jadi kamu terjebak dalam perilaku over-giving.
Alih-alih membuat hubungan makin erat, kebiasaan terlalu berkorban ini justru berpotensi memicu rasa lelah secara emosional (emotional burnout) dan menciptakan ketidakseimbangan dalam dinamika asmara. Yuk, kenali tanda-tandanya beserta langkah tepat untuk mengeremnya!
1. Selalu Mengalah dan Mengabaikan Kebutuhan Pribadi
Salah satu sinyal paling jelas dari seorang over-giver adalah kecenderungan untuk selalu mendahulukan keinginan pasangan di atas kepentingan diri sendiri. Kamu merasa bersalah jika harus menolak permintaan pasangan, bahkan ketika kondisi fisik atau mentalmu sedang tidak memungkinkan.
2. Merasa Menjadi Satu-Satunya yang Berjuang
Apakah kamu sering merasa bahwa kamu adalah pihak yang selalu memulai komunikasi, merencanakan kencan, atau menyelesaikan masalah saat terjadi konflik? Jika usaha yang kamu keluarkan terasa bertepuk sebelah tangan tanpa adanya timbal balik yang sepadan, hubungan tersebut sudah tidak lagi sehat.
3. Takut Ditinggalkan Jika Tidak "Berguna"
Di balik perilaku suka memberi berlebihan, sering kali tersimpan ketakutan tersembunyi akan penolakan. Kamu mungkin merasa harus terus-menerus memberikan bantuan atau dorongan agar dianggap berharga dan dicintai oleh pasangan.
"Hubungan yang sehat dibangun di atas pijakan saling memberi dan menerima secara seimbang. Terlalu banyak berkorban justru bisa mematikan rasa saling menghargai dan membuat pasangan menganggap kebaikanmu sebagai hal yang wajar."
Cara Efektif Mengerem Kebiasaan Over-Giving
Membendung dorongan untuk selalu memberi membutuhkan latihan dan kesadaran diri. Langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah menetapkan batasan diri (personal boundaries) yang tegas. Belajarlah untuk berani berkata "tidak" tanpa rasa bersalah saat kamu memang membutuhkan waktu untuk diri sendiri.
Selain itu, mulailah memberikan ruang bagi pasangan untuk menunjukkan kepeduliannya. Biarkan mereka mengambil inisiatif dalam merencanakan sesuatu atau menyelesaikan masalah mereka sendiri. Yang tak kalah penting, alihkan fokus dan energinya untuk merawat diri sendiri (self-care) agar kamu tidak kehabisan energi emosional.
Sumber : IDN Times