IKLAN
SWIPE UP
Author

Nulis Bareng

Penulis NulisBareng.id

IKLAN

7 Bukti Lady Cho Tidak Sepenuhnya Jahat dalam Drakor The Scandal

Rull
Rull
الأحد, سبتمبر 20, 2026
Gemini Summary
  • Gemini is compiling a summary of the article...

Dalam serial drama Korea orisinal Netflix terbaru bertajuk The Scandal, karakter Lady Cho Yun (diperankan oleh Son Ye Jin) sukses menyita perhatian penonton lewat kepribadiannya yang kompleks dan manipulatif. Sebagai perempuan bangsawan yang terikat oleh aturan patriarki era Joseon, ia sering kali merancang taktik dan taruhan berisiko yang memengaruhi kehidupan orang-orang di sekitarnya.

Kendati tindakannya kerap mendatangkan konflik dan terkesan dingin, penggambaran Lady Cho tidak sepenuhnya berkarakter jahat murni. Di balik motif manipulatifnya, terdapat trauma, batasan sosial, serta sisi kemanusiaan yang memperlihatkan alasan di balik kompleksitas sifatnya. Berikut adalah tujuh bukti bahwa Lady Cho tidak sepenuhnya jahat.

1. Korban dari Sistem Patriarki yang Mengekang

Sikap keras dan manipulatif Lady Cho terbentuk dari lingkungan sosial Joseon yang sangat patriarkis. Sekalipun dikaruniai kecerdasan tinggi serta bakat di bidang seni dan strategi, ia tidak pernah diberikan ruang untuk mengekspresikan potensinya secara bebas hanya karena terlahir sebagai seorang perempuan.

Manipulasi dan permainan taktik menjadi satu-satunya cara bagi Lady Cho untuk mendapatkan kendali atas hidupnya sendiri di tengah sistem sosial yang menindas.

“Lady Cho menciptakan permainannya sendiri sebagai bentuk perlawanan terselubung terhadap aturan Joseon yang mengekang ruang gerak dan potensi perempuan.”

2. Pengorbanan Masa Lalu demi Kehormatan Keluarga

Sifat dingin yang ditunjukkan Lady Cho berakar dari luka masa lalunya. Ia terpaksa mengubur perasaan cintanya kepada Cho Won (Ji Chang Wook)—cinta pertamanya—demi menerima perjodohan politik dengan menteri kerajaan untuk menyelamatkan nama baik dan kehormatan ayahnya.

Keputusan pahit tersebut membuktikan bahwa pada dasarnya ia adalah sosok yang rela berkorban demi keluarga, meskipun harus mengorbankan kebahagiaan pribadinya.

3. Menanggung Beban Stigma Akibat Kemandulan Suami

Selama bertahun-tahun menikah, Lady Cho harus menanggung ejekan dan fitnah dari masyarakat yang menyalahkannya karena tidak memiliki keturunan. Padahal, penyebab utamanya adalah kondisi kemandulan dari sang suami sendiri.

Ketidakadilan yang ia terima secara terus-menerus tanpa pembelaan membuat batinnya terluka dan membentuk cangkang emosional yang keras demi melindungi diri dari penghinaan publik.

“Stigma dan rasa sakit akibat disalahkan atas ketidakhadiran keturunan membentuk pertahanan diri Lady Cho menjadi sosok yang dingin dan sulit memercayai orang lain.”

4. Menyimpan Cemburu dan Kerinduan yang Mendalam

Tindakan Lady Cho yang sering memprovokasi Cho Won sebenarnya didasari oleh perasaan cinta dan cemburu yang tak pernah usai. Ketika melihat perhatian Cho Won mulai berpaling kepada An Hui Yeon (Nana), rasa takut kehilangan dan kesedihan mendalam menyelimuti dirinya.

Sikap manipulatifnya kerap menjadi cerminan dari ketidakmampuannya dalam mengekspresikan rasa rapuh dan kerinduan secara jujur.

5. Dorongan Membalas Ketidakadilan Suami yang Egois

Keputusan Lady Cho untuk menyusun taktik rahasia tidak lahir tanpa alasan. Sang suami yang mengetahui kondisi kemandulannya tetap memutuskan untuk mengambil selir muda, yang dinilai sebagai bentuk penghinaan mendalam terhadap dirinya.

Upaya perlawanan yang dilakukannya merupakan bentuk pembalasan atas perlakuan egois dan ketidaksetiaan sang suami di dalam pernikahan.

“Perlawanan terselubung Lady Cho adalah respons logis seorang istri yang dikhianati dan diabaikan oleh martabat suaminya sendiri.”

6. Selalu Menjaga Martabat dan Ketenangan di Luar

Meskipun hatinya hancur dan diliputi berbagai tekanan, Lady Cho senantiasa menjaga tutur kata dan sikap anggun di depan publik. Ia berusaha tidak memperlihatkan kelemahannya kepada orang lain demi mempertahankan kehormatan sebagai wanita bangsawan.

Ketahanan mental ini memperlihatkan betapa kuatnya karakter Lady Cho dalam menghadapi penderitaan hidupnya sendiri.

7. Korban Tragedi dari Permainannya Sendiri

Pada akhirnya, Lady Cho harus menanggung penyesalan dan karma menyedihkan akibat permainan dan taruhan yang dirancangnya. Kehilangan orang yang benar-benar dicintainya memperlihatkan bahwa ia bukanlah sosok penjahat tanpa nurani, melainkan manusia biasa yang terjebak dalam pusaran tragedi buatannya sendiri.

Lewat kompleksitas emosi tersebut, karakter Lady Cho Yun berhasil memberikan kedalaman cerita yang realistis dan menyentuh dalam drama The Scandal.

# Hastags
Discussion What do you think?
Nulis Bareng Community
Iklan
⬇ Gulir terus untuk melanjutkan membaca