Grup pendatang baru ALPHADRIVEONE mendadak menjadi sasaran kekecewaan dari komunitas penggemar NCT, yang dikenal sebagai NCTzen. Gelombang kritik ini mencuat di berbagai platform media sosial setelah grup tersebut meluncurkan konten video teranyar mereka ke publik.
Kekecewaan para penggemar dipicu oleh adanya elemen dalam tayangan tersebut yang dinilai sangat menyerupai konsep visual serta identitas artistik milik NCT.
Penyebab Utama ALPHADRIVEONE Dikritik NCTzen
1. Kemiripan Konsep Visual dan Elemen Artistik
NCTzen menemukan sejumlah kemiripan yang dinilai terlalu mencolok antara video terbaru ALPHADRIVEONE dengan karya-karya yang pernah dirilis oleh NCT sebelumnya. Bagian yang paling disorot meliputi pengambil gambar (angle camera), tata pencahayaan, hingga pemilihan estetika latar tempat yang dianggap mengkopi gaya khas NCT.
Banyak penggemar merasa bahwa tim produksi di balik ALPHADRIVEONE kurang menunjukkan orisinalitas dalam mengonsep karya mereka.
Poin Kritik: Penggunaan estetika visual, gaya pengeditan, serta atmosfer tayangan dinilai meniru identitas NCT.
2. Reaksi Keras dan Perdebatan di Media Sosial
Penayangan konten tersebut langsung memicu reaksi berantai di kalangan penggemar K-Pop. Tagar dan unggahan yang mengkritik keputusannya meluncurkan konsep tersebut beredar luas, di mana banyak NCTzen menuntut penjelasan serta permintaan maaf dari pihak manajemen yang menaungi ALPHADRIVEONE.
Di sisi lain, sebagian netizen mencoba membela dengan menyatakan bahwa kemiripan dalam industri musik merupakan hal yang lumrah terjadi akibat pengaruh tren visual saat ini.
Reaksi Publik: Terjadi perdebatan hangat antara tuntutan orisinalitas dari penggemar dan anggapan tren industri.
3. Sorotan Terhadap Manajemen dan Orisinalitas Grup Pendatang Baru
Insiden ini kembali menguatkan diskusi publik mengenai pentingnya orisinalitas bagi sebuah grup pemula yang baru merintis karier. Para penggemar menyayangkan tindakan agensi yang dinilai kurang berhati-hati dalam merancang citra grup, sehingga justru merugikan para anggota ALPHADRIVEONE dari sudut pandang publik.
Masyarakat berharap agensi dapat lebih kreatif dalam membangun identitas unik tanpa harus memicu kontroversi kemiripan dengan grup senior yang sudah mapan.
Dampak Kontroversi: Kurangnya kehati-hatian pihak manajemen berisiko mencederai citra awal para anggota grup di mata publik.
Kesimpulan
Kontroversi yang melibatkan ALPHADRIVEONE dan NCTzen menunjukkan betapa sensitifnya persoalan hak cipta konsep serta orisinalitas di industri K-Pop. Hingga saat ini, para penggemar masih menantikan tanggapan resmi dari pihak agensi guna menyelesaikan perdebatan yang terus berlangsung di ruang digital.