Apakah Anak Krakatau Sudah Mampu Meletus Seperti pada 1883?

NulisBareng.id
Apakah Anak Krakatau Sudah Mampu Meletus Seperti pada 1883?
Singkatnya Sih
  • Gemini sedang menyusun ringkasan artikel...

Gunung Anak Krakatau (GAK) terus menjadi perhatian para ahli geologi dan vulkanologi karena karakter letusannya yang senantiasa berevolusi sejak pertama kali muncul dari dasar laut Selat Sunda.

Saat awal kemunculannya, pola erupsi Gunung Anak Krakatau didominasi oleh tipe erupsi Surtseyan. Karakter letusan ini bersifat eksplosif akibat adanya dorongan uap panas yang dihasilkan dari interaksi antara air laut dan magma yang naik ke permukaan.

Evolusi Karakter dan Potensi Erupsi Anak Krakatau

Seiring bertambahnya tinggi dan besarnya tubuh gunung di atas permukaan laut, sifat erupsi Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan konstan. Pertanyaan mengenai apakah Gunung Anak Krakatau dapat menyamai skala ledakan dahsyat induknya pada tahun 1883 kerap menjadi sorotan masyarakat.

Pakar vulkanologi menjelaskan bahwa untuk menghasilkan daya ledak dahsyat yang menghancurkan tubuh gunung seperti peristiwa tahun 1883, diperlukan akumulasi energi yang sangat besar serta volume kantong magma yang amat masif di bawah permukaan bumi.

“Saat ini, volume dan ukuran tubuh Gunung Anak Krakatau belum mencapai skala yang setara dengan Gunung Krakatau purba sebelum letusan paroksismal 1883. Meskipun aktivitas vulkaniknya sangat aktif dan berstatus siaga, potensi daya ledak besar dalam skala yang menghancurkan seluruh kaldera membutuhkan waktu akumulasi magma yang sangat panjang.”

Struktur Geologis dan Risiko Tsunami

Selain volume magma, letak geografis Gunung Anak Krakatau yang berdiri di atas dinding kaldera bekas letusan 1883 juga memengaruhi stabilitas struktur tubuh gunung tersebut.

Para ahli mengingatkan bahwa ancaman utama dari Gunung Anak Krakatau tidak hanya berasal dari daya ledak eksplosifnya, melainkan juga potensi longsoran tubuh gunung ke dalam laut yang dapat memicu gelombang tsunami, sebagaimana peristiwa pada akhir tahun 2018 lalu.

“Gunung Anak Krakatau berdiri melebar di atas edge atau tubuh dinding kaldera yang terbentuk pada 1883. Hal ini menciptakan ketidakstabilan secara gravitasi, sehingga kewaspadaan terhadap erupsi dan potensi keruntuhan lereng gunung tetap harus dipantau secara ketat oleh PVMBG.”

#HASTAGS :
What do you know? Tap to start commenting
Nulis Bareng Community
Memuat artikel berikutnya...