-
Gemini is compiling a summary of the article...
Tim mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukir prestasi di bidang teknologi medis dengan merancang inovasi sandal pintar. Alat kesehatan portabel ini dirancang khusus untuk memantau kondisi kaki penderita diabetes melitus guna mencegah risiko komplikasi ulkus diabetikum atau luka parah yang berpotensi memicu amputasi.
Inovasi ini lahir sebagai solusi atas tingginya angka komplikasi kaki diabetik di Indonesia yang sering kali terlambat terdeteksi akibat penurunan sensivitas saraf (neuropati) pada pasien.
Teknologi Sensorik dan Pemantauan Berbasis Aplikasi
Sandal pintar ini dilengkapi dengan rangkaian sensor canggih yang mampu mendeteksi tekanan, suhu, serta kelembapan pada telapak kaki secara real-time. Data sensorik tersebut kemudian ditransmisikan secara nirkabel ke aplikasi di ponsel pintar pasien maupun tim medis.
Sistem akan memberikan peringatan dini (early warning system) jika terdeteksi adanya titik tekanan berlebih atau kenaikan suhu abnormal yang menjadi indikasi awal peradangan atau bakal luka.
“Inovasi sandal pintar ini dirancang untuk memberikan pemantauan mandiri secara kontinu. Dengan deteksi dini perubahan suhu dan tekanan pada telapak kaki, pasien diabetes dapat melakukan penanganan medis sebelum timbul luka yang sulit disembuhkan.”
Dampak Medis dan Harapan Pengembangan
Penggunaan sandal pemantau ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes serta menekan angka tindakan amputasi akibat komplikasi luka yang tidak terawat.
Tim pengembang UGM berkomitmen untuk terus mematangkan pengujian klinis serta membuka peluang kerja sama dengan industri alkes agar produk ini dapat diproduksi secara massal dan diakses oleh masyarakat luas dengan harga yang terjangkau.
“Karya mahasiswa UGM ini menjadi bukti nyata integrasi antara teknologi digital dan dunia medis dalam menjawab permasalahan kesehatan masyarakat secara preventif dan efektif.”
