-
Gemini is compiling a summary of the article...
Asam domoat (domoic acid) merupakan jenis racun neurotoksin kuat yang diproduksi secara alami oleh mikroalga atau fitoplankton laut jenis tertentu, khususnya diatom dari genus Pseudo-nitzschia. Racun ini dapat terakumulasi dalam rantai makanan laut dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia apabila mengonsumsi hasil laut yang terkontaminasi.
Paparan asam domoat pada manusia dapat memicu gangguan kesehatan fatal yang dikenal sebagai Amnesic Shellfish Poisoning (ASP). Kondisi ini dapat menyebabkan gejala mulai dari gangguan pencernaan akut, kebingungan mental, hingga kehilangan ingatan jangka pendek secara permanen. Berikut adalah jenis-jenis makanan laut yang berisiko terpapar racun asam domoat.
1. Kerang-Kerangan dan Moluska (Shellfish)
Kerang-kerangan—termasuk kerang hijau, kerang darah, tiram, remis, dan kijing—merupakan kelompok biota laut yang paling rentan terkontaminasi asam domoat. Sebagai organisme pemakan menyaring (filter feeder), kerang menyaring racun dari alga beracun di dalam air dan mengendapkannya di dalam jaringan tubuh mereka.
Proses memasak atau memanaskan kerang pada suhu tinggi tidak mampu menghancurkan racun asam domoat karena racun ini bersifat tahan panas (heat-stable).
“Kerang dan moluska menyerap asam domoat dari alga laut. Karena racun ini tahan terhadap panas, proses memasak biasa tidak dapat menghilangkan bahaya racun tersebut.”
2. Kepiting dan Lobster
Kepiting dan lobster yang hidup di sekitar ekosistem terumbu karang atau dasar laut juga berpotensi terpapar racun ini. Asam domoat umumnya terakumulasi pada organ dalam kepiting, khususnya bagian hati dan organ pencernaan yang sering disebut sebagai tomalley atau butter kepiting.
Mengonsumsi bagian jeroan atau isi perut kepiting yang terkontaminasi meningkatkan risiko keracunan neurotoksin secara signifikan dibandingkan hanya mengonsumsi daging bagian capitnya.
3. Ikan-Ikan Kecil Pemakan Plankton (Sarden dan Anchovy)
Selain kelompok kerang-kerangan, ikan-ikan kecil yang mengonsumsi fitoplankton secara langsung—seperti ikan sarden, teri (anchovy), dan kembung—dapat menjadi pembawa asam domoat dalam jumlah tinggi.
Ikan-ikan kecil ini kemudian memangsa alga beracun saat terjadi fenomena ledakan alga (harmful algal bloom atau red tide), yang kemudian menumpuk racun di dalam organ pencernaan mereka.
“Fenomena ledakan alga merah (red tide) menjadi pemicu utama meningkatnya kadar asam domoat pada populasi ikan sarden dan teri di perairan tertentu.”
4. Burung Laut dan Mamalia Laut (Rantai Makanan Lanjutan)
Secara tidak langsung, akumulasi racun ini dapat terus berlanjut ke tingkat rantai makanan yang lebih tinggi, seperti burung laut, singa laut, hingga mamalia laut yang mengonsumsi ikan-ikan kecil terkontaminasi. Hal ini membuktikan betapa luasnya dampak racun asam domoat terhadap ekosistem perairan.
Untuk mencegah risiko keracunan pada manusia, otoritas pengawas pangan dan perikanan umumnya memperketat pengujian laboratorium berkala di kawasan pesisir serta menerapkan larangan panen sementara ketika fenomena ledakan alga terdeteksi di laut.
