Ecobrick, Langkah Awal Berdamai dengan Sampah
Permasalahan sampah masih menjadi kendala di banyak wilayah, seperti di Kabupaten Bandung misalnya. Julukan Kota Kembang seakan bergeser dengan makin banyaknya sampah di kanan-kiri jalan. Tidak berhenti sampai di situ, area belakang pasar atau rumah-rumah kosong sering menjadi lahan pembuangan sampah dadakan.
Lebih disayangkan lagi, beberapa TPA bahkan terpaksa menutup daerahnya karena sudah tidak muat menampun sampah. Jika hal ini dibiarkan, tentu merugikan banyak pihak. Butuh kerja sama yang baik antara pemerintah juga warga. Karena bagaimanapun juga setiap orang wajib bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya.
Salah satu langkah untuk mengatasi permasalahan sampah adalah dengan membuat ecobrick. Ecobrick adalah cara penamggulangan sampah dengan mengolah sampah-sampah anorganik yang dikeringkan serta dimasukkan ke dalam botol. Adapun fungsinya adalah sebagai bata ramah lingkungan.
Cara membuat ecobrick yaitu:
1. Siapkan botol bekas air mineral yang telah dikeringkan.
2. Pilah sampah. Utamakan sampah anorganik seperti plastik, bubble wrap atau kemasan plastik.
3. Bersihkan sampah plastik dari kotoran, bisa dengan mencucinya lalu dijemur atau cukup mengelapnya saja.
4. Setelah sampah bersih dan kering, gunting menjadi pecahan kecil. Hal ini untuk memudahkan dimasukkan dalam botol.
5. Isi botol dengan sampah hingga penuh dan padat. Gunakan tongkat untuk menekan isi sehingga tidak ada ruang yang tersisa.
6. Jika sudah penuh, timbang botol dan beri label sesuai beratnya.
Ecobrick ini sangat bermanfaat bagi kita karena bisa dijadikan meja, pagar rumah, juga kursi. Kunci utama untuk membuat ecobrick adalah pastikan sampah dalam kondisi kering dan bersih agar tidak menimbulkan bau serta jamur. Selain itu dalam proses pengisian juga wajib ditekan agar ketika disusun nanti permukaannya tidak meleyot atau tumpang satu sama lain.
Sudah semestinya kita berdisiplin dengan sampah. Bila perlu bawalah tas untuk menampung sampah minimal dari sampah kita sendiri saat bepergian. Jika tidak sekarang, kapan lagi kita bisa berkontribusi mengurangi sampah? Sedangkan setiap hari kita selalu menyumbang sampah baik sampah organik seperti sisa sayuran yang dimasak, maupun sampah anorganik seperti kemasan sabun juga bungkus snack anak-anak. Yuk mulai belajar bijak mengolah sampah dengan membuat ecobrick!
You must be logged in to post a comment.