Kapolresta Balikpapan Pimpin Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka

Jakarta — Suasana khidmat menyelimuti pelataran Istana Merdeka, Jakarta, ketika sang surya mulai terbenam di ufuk barat pada Senin sore (17/8/2026). Puncak rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ditandai dengan pelaksanaan Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih. Dalam momen krusial ketatanegaraan tersebut, perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia, Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, dipercaya tampil memimpin barisan upacara sebagai Komandan Upacara.

Penunjukan Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, yang saat ini menjabat sebagai Kapolresta Balikpapan, merupakan buah dari proses seleksi berjenjang dan ketat. Bersaing dengan deretan perwira terbaik dari unsur TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta Polri, perwira kelahiran Tomohon, Sulawesi Utara ini berhasil menunjukkan keunggulan kualitatif, ketahanan fisik, ketegasan sikap, serta ketenangan mental yang dibutuhkan di hadapan Presiden Republik Indonesia dan jajaran pejabat tinggi negara.

“Bagi saya, terpilih mewakili institusi Polri hingga berada di titik puncak ini merupakan karunia besar yang sangat disyukuri. Banyak sekali pengalaman berharga, penataan disiplin, serta penggemblengan karakter yang kami dapatkan sepanjang proses seleksi dan latihan terpusat,” ungkap Kombes Jerrold usai menuntaskan tugas kenegaraannya di Istana Merdeka.

Rotasi Kepemimpinan Lapangan dan Keseimbangan Antar-Lembaga

Pelaksanaan upacara kenegaraan tahun ini kembali menegaskan tradisi pembagian peran yang proporsional antara unsur TNI dan Polri. Apabila upacara pengibaran bendera pada pagi hari dipimpin oleh perwira dari unsur TNI Angkatan Darat—yakni Dandim 0733/Kota Semarang Kolonel Inf. Priyo Handoyo—maka upacara penurunan bendera pada sore hari diserahkan secara penuh kepada kepemimpinan perwira Polri.

Pola rotasi ini bukan sekadar rutinitas protokoler formal, melainkan simbol sinergitas yang kokoh antara institusi pertahanan dan keamanan negara dalam mengawal simbol tertinggi kedaulatan bangsa. Kepemimpinan lapangan yang ditunjukkan oleh perwira komando menjadi representasi nyata dari kesiapan aparat penegak hukum dan pertahanan dalam menjaga stabilitas nasional.

Kiprah Gemilang Tim Paskibraka "Adil Makmur"

Di samping kepemimpinan komandan upacara, sorotan utama masyarakat nasional tertuju pada ketepatan dan keanggunan gerak Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat. Pada sesi sore hari, tugas suci penurunan bendera diserahkan kepada Tim Adil Makmur.

Tim ini terdiri dari pelajar-pelajar berprestasi yang mewakili berbagai pelosok Nusantara. Keberagaman latar belakang daerah, sekolah, serta latar belakang keluarga para anggota Paskibraka ini mencerminkan miniatur keindonesiaan yang menyatu dalam semangat persatuan Bhinneka Tunggal Ika.

Formasi Resmi Tim Paskibraka "Adil Makmur" (Pusat BPIP RI)

Posisi / Tugas Nama Lengkap & Asal Sekolah Asal Daerah & Orang Tua
Pembawa Baki Utama Neeltje Deliana Insjowi Werimon
(SMA Negeri 8 Jayapura)
Papua
Putri dari Aiwoisendin H. Werimon & Steffi E. F. Awom
Cadangan Pembawa Baki Ismi Ulfaidah
(Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polman)
Sulawesi Barat
Putri dari Rahman & Suburia
Danpok 17 Baruno Wicaksono
(SMA Taruna Nusantara Cimahi)
Jawa Barat
Putra dari Setiari Marwanto & Sumartini
Danpok 8 Atanasius Meyllano Frans Yogar
(SMA Katolik Giovanni Kupang)
Nusa Tenggara Timur
Putra dari Kristovorus U. Yogar & Cicilia D. Nugraeni
Penggerek Bendera Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana
(SMA Negeri 1 Taliwang)
Nusa Tenggara Barat
Putra dari Bambang Irawadi & Maryam
Pembentang Bendera Mirza Rafi Navazani
(SMA Negeri 1 Sintang)
Kalimantan Barat
Putra dari Dodik & Eka Maya Sisilia
Serpihan Kelompok 8
  • Chintya Graciella Rorong (SMA Negeri 2 Palu)
  • Cinzia Christovani Marantika (SMA Negeri Siwalima Ambon)
  • Felesia Rismaito Munthe (SMA Unggul Del)
Sulawesi Tengah
Maluku
Sumatra Utara

Prosesi penurunan Sang Merah Putih berlangsung tepat waktu dan penuh kedisiplinan. Keberhasilan Neeltje Deliana Insjowi Werimon, siswi asal Jayapura, dalam menerima kembali lipatan Sang Merah Putih dari tangan Presiden RI dan membawanya dengan sempurna di atas baki, menjadi momen emosional yang mempertegas bahwa representasi daerah bagian timur Indonesia memiliki kedudukan penting dalam panggung sejarah kenegaraan.

Dimensi Jurnalistik dan Catatan Editor

Peringatan kemerdekaan tahun ke-81 ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan seremonial rutin, melainkan sebuah penegasan atas kontinuitas nilai-nilai kebangsaan. Penampilan presisi dari Kombes Pol. Jerrold Kumontoy dan Tim Paskibraka Adil Makmur menunjukkan tingginya standar profesionalisme serta dedikasi pemuda Indonesia dalam mengemban amanat negara.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama