Aksi kekerasan bersenjata kembali mengguncang Afrika Selatan dalam rangkaian tragedi berdarah yang menelan puluhan korban jiwa. Dua insiden penembakan massal terpisah yang terjadi di wilayah Provinsi Eastern Cape dan Gauteng telah menewaskan sedikitnya 27 orang serta melukai beberapa warga lainnya pada akhir pekan, Sabtu, 28 September 2026.
Pemerintah dan Kepolisian Nasional Afrika Selatan (SAPS) langsung meluncurkan penyelidikan berskala besar untuk membongkar motif di balik penembakan serta memburu para pelaku yang melarikan diri dari lokasi kejadian.
Lokasi Kejadian Pertama: Penembakan di Lusikisiki, Eastern Cape
Insiden penembakan massal pertama terjadi di sebuah pemukiman pedesaan di kota Lusikisiki, Provinsi Eastern Cape. Pelaku bersenjata mendatangi dua rumah berdekatan yang sedang menggelar acara kumpul keluarga malam hari dan membabi buta melepaskan tembakan ke arah warga yang berada di dalam rumah.
Sembilan belas orang tewas di tempat kejadian perkara dalam insiden di Lusikisiki ini, di mana sebagian besar korban meninggal merupakan perempuan. Serangan mematikan di Eastern Cape ini menjadi salah satu penembakan massal paling berdarah di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Penembakan massal di Lusikisiki, Eastern Cape, menewaskan 19 orang saat kelompok bersenjata menyerang dua rumah keluarga pada Sabtu, 28 September 2026.
Lokasi Kejadian Kedua: Penyerangan di Kedai Minum Wilayah Gauteng
Tidak lama setelah tragedi di Eastern Cape, insiden penembakan massal kedua meletus di sebuah kedai minum lokal (shebeen) di wilayah Provinsi Gauteng. Sekelompok pria bersenjata yang belum teridentifikasi memberondongkan peluru ke arah para pengunjung yang sedang berkumpul.
Serangan mendadak di Gauteng tersebut menewaskan delapan orang di lokasi kejadian dan menyebabkan beberapa pengunjung lainnya mengalami luka tembak serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi kritis.
Insiden penembakan kedua di sebuah kedai minum di Gauteng menambah delapan korban jiwa, sehingga total korban tewas dari dua insiden mencapai 27 orang.
Alur Penyelidikan Kepolisian dan Respons Pemerintah Afrika Selatan
Menteri Kepolisian Afrika Selatan beserta jajaran pimpinan Kepolisian Nasional (SAPS) memberikan instruksi tegas untuk mengerahkan tim intelijen dan satuan khusus guna melacak keberadaan para pelaku penembakan di kedua lokasi kejadian.
Pemerintah Afrika Selatan mengecam keras aksi kejahatan brutal ini dan berjanji akan memperketat pengawasan peredaran senjata api ilegal di tengah meningkatnya angka kejahatan bersenjata yang meresahkan masyarakat di seluruh negeri.
