Pemilik kucing tentu sudah tidak asing dengan perilaku kucing yang sering menyundulkan kepala, menggesekkan badan, atau mendusel untuk meminta dielus. Perilaku manis ini ternyata bukan sekadar mencari perhatian, melainkan didasari oleh alasan biologis, psikologis, dan naluri komunikasi alami kucing.
Berikut adalah beberapa alasan ilmiah mengapa kucing sangat suka minta dielus oleh manusianya:
1. Menyebarkan dan Memeriksa Aroma Tubuh (Scent Marking)
Kucing memiliki kelenjar aroma (scent glands) di area dahi, pipi, dagu, dan pangkal ekor. Saat menggesekkan kepala atau bagian tubuhnya ke tangan manusia untuk dielus, mereka sedang mentransfer feromon untuk menandai Anda sebagai bagian dari "wilayah aman" atau keluarganya.
2. Area yang Sulit Dijangkau Sendiri
Bagian kepala, dagu, dan belakang telinga adalah area yang paling sulit dijangkau kucing saat memandikan diri (grooming). Elusan tangan manusia di area tersebut memberikan sensasi pijatan lembut yang sangat nyaman bagi mereka.
3. Bentuk Ikatan Emosional dan Afeksi
Bagi kucing, sentuhan dan elusan mengingatkan mereka pada ingatan masa kecil saat dijilat oleh induknya. Elusan merangsang pelepasan hormon oksitosin yang menciptakan rasa aman, rileks, dan mempererat ikatan emosional (bonding) antara kucing dan pemiliknya.
4. Mengurangi Tingkat Stres
Sensasi dielus membantu menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres) pada kucing. Gerakan elusan yang lembut dan konsisten membuat detak jantung kucing lebih stabil serta memicu dengkuran (purring) sebagai tanda bahwa mereka merasa sangat nyaman.
5. Cara Berkomunikasi dan Menyampaikan Keinginan
Minta dielus juga menjadi sarana komunikasi non-verbal. Kucing menggunakannya untuk menyapa saat Anda pulang, menunjukkan rasa lapar, atau sekadar mengajak berinteraksi setelah seharian ditinggal beraktivitas.
Memahami alasan di balik kebiasaan ini membantu kita memberikan respons sentuhan di area yang tepat, sehingga hubungan antara pemilik dan kucing kesayangan menjadi makin erat dan harmonis.
