Author

Nulis Bareng

Penulis NulisBareng.id

Teaser 'Comeback' ATEEZ Tuai Kontroversi Sengit Usai Diduga Pakai Teknologi AI Secara Masif

Nulis Bareng
Nulis Bareng
Share Article
Tautan berhasil disalin!

Penggemar Ungkap Kekecewaan Terhadap KQ Entertainment yang Dinilai Mengabaikan Kreativitas Seniman Asli

Grup idola K-Pop ATEEZ mendadak terseret dalam kontroversi besar menyusul peluncuran video teaser pertama untuk proyek 'comeback' mendatang mereka. Unggahan tersebut memicu gelombang kritik dan kemarahan dari kalangan warganet serta para penggemar.

Sejak debutnya pada tahun 2018, ATEEZ dikenal luas berkat konsep visual yang unik dan kreatif, khususnya tema bajak laut yang menjadi ciri khas identitas mereka. Konten teaser maupun video konsep mereka sebelumnya selalu dipuji karena dinilai inovatif dan memiliki standar artistik yang tinggi.

Namun, pengumuman proyek terbaru bertajuk GOLDEN HOUR : Part.6 yang dijadwalkan rilis pada 13 November justru menuai reaksi keras. Kritik memuncak setelah para penggemar mendapati bahwa video teaser tersebut mengandalkan penggunaan kecerdasan buatan (AI generatif) secara dominan.

Banyak warganet yang menyayangkan keputusan agensi KQ Entertainment dalam memanfaatkan teknologi AI generatif untuk karya visual yang begitu krusial, ketimbang menggunakan CGI konvensional atau karya animasi dari kreator manusia.

"Ini adalah hal terburuk. Saya sangat kecewa pada KQ karena menggunakan begitu banyak AI generatif. Tampilannya buruk dan membuat dunia fiksi ilmiah ATEEZ yang kreatif tampak murahan. Padahal ini akan jauh lebih keren jika menggunakan CGI atau grafis animasi," tulis seorang penggemar di platform X.

Sorotan atas Pernyataan Anggota dan Kualitas Visual

Selain masalah estetika visual yang dinilai kurang maksimal, para penggemar juga menyoroti ironi di balik penggunaan AI tersebut. Beberapa anggota ATEEZ sebelumnya sempat menyuarakan ketidaksukaan mereka terhadap penggunaan AI dalam karya seni.

Keputusan agensi untuk tetap meluncurkan teaser berbasis AI ini dinilai bertentangan dengan pandangan para anggota serta mencederai reputasi kreatif yang telah dibangun grup selama bertahun-tahun di tengah popularitas mereka yang sedang meningkat pesat.

Hingga saat ini, gelombang kritik terhadap KQ Entertainment masih terus bergulir di media sosial, dengan penggemar mendesak agensi untuk kembali memprioritaskan keterlibatan seniman dan sutradara manusia dalam produksi konten visual mendatang.

Discussion What do you think?
Nulis Bareng Community

Read Stories Based on Your Interests